Beranda › Destinasi Bersejarah › Gua Hira: Titik Awal Turunnya Wahyu di Jabal Nur
Makkah

Gua Hira: Titik Awal Turunnya Wahyu di Jabal Nur

Gua Hira berada di puncak Jabal Nur dan menjadi tempat turunnya wahyu pertama. Ziarah ke sini lazim dilakukan jemaah haji pada hari-hari menjelang Arafah, dengan fisik yang sudah disiapkan.

Gua Hira: Titik Awal Turunnya Wahyu di Jabal Nur
Gua Hira: Titik Awal Turunnya Wahyu di Jabal Nur — Makkah

Wahyu Pertama di Jabal Nur

Jabal Nur, bukit yang terang bila diterangi cahaya, terletak sekitar 8 kilometer timur laut Masjidil Haram. Di puncaknya ada gua sempit berukuran kira-kira 2 kali 1,5 meter yang dikenal sebagai Gua Hira. Menurut riwayat, di sinilah Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama, yakni bacaan surah Al-Alaq, ketika sedang bertadabbur di pengasingan.

Karena nilai sejarah inilah gua tersebut menjadi destinasi ziarah favorit jemaah, meski tidak termasuk rangkaian manasik haji yang wajib.

Ziarah Gua Hira bagi Jemaah Haji

  • Ziarah biasanya dijadwalkan pada hari-hari menjelang tanggal 8 Dzulhijjah, sebelum jemaah memasuki masa Arafah yang padat.
  • Perjalanan dari kaki bukit ke puncak memakan waktu sekitar 30–45 menit mendaki, dengan jalur berbatu dan ratusan anak tangga.
  • Puncak bukit sempit, sehingga jemaah biasanya diatur bergantian oleh pendamping kelompok.
  • Ziarah ini bersifat sunnah. Yang tidak sanggup, misalnya lansia atau jemaah dengan penyakit tertentu, cukup berdoa di kaki bukit tanpa harus naik.

Persiapan Fisik dan Perlengkapan

  • Konsumsi air yang cukup dan makanan ringan sebelum mendaki, karena di jalur atas hampir tidak ada penjual.
  • Pakai alas kaki tertutup dengan sol karet, karena bebatuan licin terutama setelah hujan atau embun pagi.
  • Bawa topi atau payung, sebab jalur mendaki terbuka tanpa naungan dan panas pada siang hari.
  • Ikuti aturan petugas soal antrean dan jangan berhenti di titik-titik sempit yang menghalangi jalur naik-turun.
  • Bila perlu, siapkan penghangat tipis untuk jemaah yang berangkat subuh, karena udara di puncak cukup dingin.

Dalil & Sumber

Wahyu pertama yang diterima di Gua Hira menurut riwayat, berbunyi: Baca dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
QS Al-Alaq: 1
Menurut riwayat, Nabi ﷺ menceritakan bahwa Malaikat Jibril datang kepadanya di Gua Hira dan memerintahkannya membaca, lalu beliau menjawab bahwa beliau tidak bisa membaca.

Pertanyaan Umum

Apakah ziarah ke Gua Hira termasuk manasik haji?

Tidak. Ziarah ini bersifat sunnah dan bukan bagian dari rukun atau wajib haji. Biasanya diselipkan oleh penyelenggara pada hari-hari sebelum 8 Dzulhijjah, sementara hari-hari ibadah utama tetap tidak diganggu.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk naik ke Gua Hira?

Sekitar 30–45 menit mendaki dari kaki bukit, ditambah waktu antre di puncak. Jemaah dianjurkan berangkat pagi hari dan kembali sebelum panas menyengat.

Bolehkah jemaah lansia atau penderita penyakit jantung naik ke Gua Hira?

Sebaiknya tidak. Medan menanjak dan puncak yang sempit berisiko bagi jemaah dengan kondisi fisik terbatas. Ziarah tetap bermakna dengan berdoa dan berdzikir di kaki bukit.

Kapan waktu terbaik berangkat dari hotel?

Menjelang Subuh atau pagi hari, ketika udara sejuk dan lalu lintas menuju kawasan Makkah timur lebih lancar. Kembalikan rombongan ke hotel sebelum tengah hari agar jemaah cukup istirahat sebelum masuk masa Arafah.

Siap Berangkat Haji?

Konsultasi Haji Khusus & Umroh Gratis

Ceritakan rencana Anda — kami bantu jelaskan perbedaan jalur haji, estimasi biaya, dan jadwal keberangkatan. Konsultasi tidak dipungut biaya.

Tanya Jadwal & Harga Kalkulator Biaya Haji
Fahira Tour & Travel · PPIU Resmi | Akreditasi A · +62 813-1440-1079
Tanya Sekarang