
Sejarah Jeddah sebagai Pintu Masuk Jemaah Haji
Sebelum bandara modern dan kereta cepat berdiri, jemaah haji dari seluruh dunia tiba melalui pelabuhan di pantai Laut Merah, dan dari sanalah mereka meneruskan perjalanan ke Makkah. Kota tua Al-Balad adalah pusat kegiatan itu: penginapan, pasar, dan tempat berkumpulnya rombongan sebelum berangkat.
Tradisi menyebutkan bahwa penataan kota sebagai pelabuhan haji dimulai pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, dan namanya sendiri berkaitan dengan arti pintu menuju Makkah. Selama berabad-abad Jeddah disebut pintu kota suci.
- Menjadi titik masuk utama jemaah haji dari jalur laut selama berabad-abad.
- Pelabuhan Shuaiba menggantikan fungsi lama ketika kapal besar tidak lagi sandar di pusat kota.
- Kini bandara King Abdulaziz di Jeddah menjadi gerbang utama jemaah haji udara.
Ciri Arsitektur: Rawashin dan Gang Sempit
Yang membuat Al-Balad unik adalah deretan rumah mercusuar dua sampai empat lantai dari batu bata dan kayu jati, dengan jendela berlubang kayu yang disebut rawashin. Fungsinya melindungi penghuni dari panas sambil tetap membiarkan angin masuk, sekaligus menyembunyikan penghuni perempuan dari pandangan luar.
Gang-gang di sini sempit dan berliku, dengan pasar tua Al-Alawi membentang sebagai tulang punggung kawasan. Beberapa bangunan telah dipugar menjadi galeri dan kafe, sementara sebagian lagi masih ditempati warga.
Al-Balad dalam Perjalanan Jemaah Haji
Al-Balad tidak termasuk rangkaian ibadah haji, tetapi sering muncul sebagai titik singgah karena letaknya di kota transit. Jemaah yang tiba lewat bandara King Abdulaziz dan menginap di Jeddah sebelum berangkat ke Makkah biasanya diberi waktu singkat untuk mengunjungi kawasan ini.
- Terbaik dikunjungi sore hingga malam hari, saat suhu lebih sejuk dan lampu kawasan menyala.
- Padukan dengan kunjungan ke pelabuhan lama atau Corniche Jeddah bila waktu mengizinkan.
- Bukan destinasi ibadah — jangan menambahkan kegiatan di luar jadwal keberangkatan ke Makkah.
Tips Berkunjung ke Kota Tua Jeddah
- Gunakan sepatu nyaman karena gang berbatu dan cukup jauh untuk ditempuh berjalan kaki.
- Waspadai jam tutup toko dan pasar pada siang hari; kebanyakan aktivitas baru ramai setelah maghrib.
- Jaga barang bawaan di kerumunan pengunjung akhir pekan.
- Bawa air minum dan payung karena kawasan terbuka dengan sedikit naungan.
Pertanyaan Umum
Apakah Al-Balad termasuk program ibadah haji?
Tidak. Al-Balad adalah kawasan budaya di Jeddah dan hanya dikunjungi sebagai city tour atau titik singgah, bukan bagian dari rangkaian ibadah haji.
Kapan Al-Balad ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO?
Kawasan kota tua Jeddah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014, menandai nilai sejarahnya sebagai pelabuhan haji utama selama berabad-abad.
Apa itu rawashin pada bangunan Al-Balad?
Rawashin adalah jendela berlubang kayu berukir pada fasad rumah-rumah tua. Fungsinya memasukkan angin sekaligus menyembunyikan penghuni dari pandangan luar, dan kini menjadi ciri paling khas arsitektur Jeddah lama.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Al-Balad?
Sore hingga malam hari paling nyaman karena udara lebih sejuk dan deretan lampu kawasan menyala. Hindari tengah hari yang panas dan pastikan kunjungan tidak melewati jadwal keberangkatan rombongan.