
Masjid Pertama yang Dibangun Nabi ﷺ di Madinah
Masjid Nabawi dibangun Rasulullah ﷺ segera setelah tiba di Madinah pada tahun pertama Hijrah. Lokasinya tidak ditentukan sembarangan: beliau sempat menahan onta kendali sampai melepaskannya sendiri, lalu membeli tanah dari pemiliknya. Di pekarangan inilah beliau lalu menetap bersama para sahabat.
Bangunan awalnya sangat sederhana — dinding dari bata tanah liat, tiang dari batang kurma, dan atap dari pelepah kurma. Masjid sekaligus menjadi tempat tinggal para sahabat Muhajirin yang belum memiliki rumah, pusat musyawarah, dan pusat kegiatan kota Madinah yang baru. Seiring waktu masjid diperluas berkali-kali mengikuti pertumbuhan umat.
- Berdiri pada tahun pertama Hijrah, bersamaan dengan perpindahan Nabi ﷺ dari Makkah ke Madinah.
- Mendahului Masjid Quba yang dibangun lebih dulu di pinggiran kota, namun Nabawi menjadi masjid utama Madinah.
- Dari awal berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah, pendidikan Al-Qur'an, dan syiar Islam.
Posisi Masjid Nabawi dalam Rangkaian Ibadah Haji
Perlu dipahami sejak awal: ziarah ke Madinah bukan bagian dari rukun haji. Rukun haji tetap berpangkal pada niat dan ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, dan tahallul. Karena itu tidak ada kewajiban berkunjung ke Masjid Nabawi bagi jemaah haji, dan tidak ada pula larangan mengunjunginya.
Yang terjadi justru sebaliknya, kebiasaan jemaah haji Indonesia sebagian besar masuk lewat Madinah sebelum berangkat ke Makkah, sehingga ziarah ke masjid ini menjadi pembuka rangkaian ibadah. Dari sudut pandang sunnah, mengunjungi kubur dan menyampaikan salam kepada penghuninya merupakan amalan yang dianjurkan setelah pada masa awal Islam dilarang.
- Jadwal umum: Madinah (ziarah) lebih dulu, lalu Makkah untuk ihram haji menurut niat masing-masing.
- Jenis ihram haji: ifrad (haji saja lebih dulu, umrah menyusul), qiran (haji dan umrah dalam satu ihram), atau tamattu' (umrah lebih dulu, lalu ihram baru untuk haji).
- Karena ziarah bersifat sunnah, susunan harian sebaiknya tetap mengutamakan shalat berjamaah di masjid.
Kubah Hijau, Kanopi, dan Makam Nabi ﷺ
Yang paling dikenali pengunjung adalah kubah hijau di sisi utara masjid, tepat di atas kamar tempat dimakamkannya Rasulullah ﷺ, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab. Di sekelilingnya berdiri menara-menara yang bertambah pada setiap perluasan, dari masa Kesultanan Utsmaniyah hingga pemerintahan Arab Saudi sekarang.
Untuk meneduhkan pelataran yang kini membentang sangat luas, pihak berwenang memasang kanopi besar yang terbuka-tutup otomatis dan payung lipat di halaman masjid, ditambah area berpendingin udara di dalam. Fasilitas ini penting bagi jemaah haji yang biasanya menghabiskan panjang waktu menunggu antara satu shalat ke shalat berikutnya.
Adab dan Persiapan Ziarah untuk Jemaah Haji
- Bawa air minum secukupnya dan sisakan tenaga untuk shalat berjamaah, bukan sekadar berfoto.
- Datang lebih awal sebelum adzan agar mendapat tempat yang dekat dengan rongga utama masjid.
- Ikuti pembagian kelompok ziarah dari pembimbing ibadah; antrean Raudhah dan makam diatur bergiliran.
- Jangan berhenti atau mengambil gambar di tengah aliran jamaah, dan patuhi aturan di area Raudhah serta makam.
- Sisakan waktu untuk menikmati suasana masjid sambil membaca Al-Qur'an dan berdoa sesuai bidang sunnah.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Apakah ziarah ke Masjid Nabawi wajib dalam ibadah haji?
Tidak. Ziarah ke Madinah bukan rukun haji, sehingga jemaah yang tidak sempat berkunjung ke Masjid Nabawi tidak kehilangan rukun apa pun. Namun mengunjunginya sangat dianjurkan selama tidak menggugurkan kewajiban utama haji.
Kapan sebaiknya jemaah haji mengunjungi Masjid Nabawi?
Umumnya pada hari-hari awal kedatangan di Madinah sebelum keberangkatan ke Makkah, atau setelah rangkaian haji selesai sebelum pulang. Yang penting jadwal ziarah tidak bentrok dengan persiapan ihram, keberangkatan ke Arafah, atau jadwal pulang.
Apakah shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan khusus?
Setiap shalat berjamaah di masjid memiliki keutamaan besar. Untuk shalat sunnah rawatib, kebiasaan jemaah adalah menunaikannya di sela antrean ziarah tanpa mengeraskan suara, mengingat masjid selalu penuh dan lalu lintas jamaah padat.
Bagaimana cara menuju Masjid Nabawi dari hotel jemaah haji?
Sebagian besar hotel jemaah di pusat Madinah dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk hotel yang lebih jauh biasanya tersedia antar-jemput dari travel; tanyakan jadwalnya sebelum berangkat agar tidak ketinggalan shalat berjamaah dan waktu ziarah.