
Sejarah Pemakaman Baqi al-Gharqad
Baqi al-Gharqad adalah pekuburan yang terletak di sebelah timur Masjid Nabawi, hanya beberapa puluh langkah dari pelataran masjid. Namanya diambil dari semak-semak quraisy (zarqa') yang dahulu tumbuh di kawasan itu sebelum dipugar. Luasnya sempit bila dibandingkan jumlah penghuni yang dimakamkan di dalamnya.
Sejak masa Rasulullah ﷺ, kawasan ini menjadi tempat pemakaman umum warga Madinah. Banyak sahabat besar yang dimakamkan di sini, dan tradisi ini berlanjut pada generasi berikutnya sehingga Baqi menjadi saksi sejarah panjang Islam di Madinah.
- Dimakamkan di Baqi menurut riwayat yang kuat: Utsman bin Affan, Ummu Salamah, dan sejumlah sahabat senior.
- Sebagian ulama menempatkan Fathimah az-Zahra di Baqi, meski riwayatnya diperdebatkan — hal ini perlu disampaikan apa adanya.
- Di sekitarnya terdapat makam Baqi al-Baqi, tempat para imam Madinah dan ulama wafat di kota ini.
Dalil Ziarah Kubur dan Adabnya
Umat Islam awalnya dilarang mengunjungi kubur agar tidak berlebihan, lalu Nabi ﷺ memberi izin dan justru menganjurkannya agar mengingatkan pada akhirat. Dari sinilah dasar ziarah Baqi: datang, menyampaikan salam kepada penghuni, dan berdoa untuk mereka tanpa berlebihan.
Adab yang dianjurkan adalah menjaga kekhusyukan, membaca salam dan doa ziarah yang ma'tsur, serta tidak menghadap kiblat sambil membelakangi pusara dengan cara yang mengganggu. Yang dilarang jelas: mengeraskan suara, berduka berlebihan, menulis pada pusara, meletakkan bunga atau batu di atasnya, dan menjadikan makam sebagai tempat ibadah.
Aturan Kunjungan Makam Baqi bagi Jemaah Haji
Pemerintah Arab Saudi mengatur kunjungan ke Baqi dengan ketat: jadwal dibedakan untuk laki-laki dan perempuan, waktu kunjungan dibatasi, dan pintu ditutup sesuai jadwal resmi. Pada musim haji, kepadatan pengunjung membuat aturan ditegakkan lebih lagi, sehingga rombongan yang tidak terjadwal bisa ditolak masuk.
- Masuk sesuai kelompok dan pintu yang ditunjuk pembimbing ibadah.
- Jangan menempel atau bersandar pada dinding pembatas pusara.
- Waktu terbatas; siapkan doa sebelum masuk agar tidak terburu-buru.
- Perempuan mengikuti jadwal tersendiri — tanyakan jadwalnya sejak awal di hotel.
Menyusun Ziarah Baqi dalam Program Haji
Ziarah Baqi biasanya digabung dengan ziarah Masjid Nabawi dan Raudhah pada hari pertama atau hari terakhir di Madinah. Karena pintu masuk ke Baqi dari pelataran masjid sangat dekat, rombongan sering memakai antrean ini untuk menyelesaikan dua ziarah sekaligus dalam satu jadwal.
Pastikan jadwal keberangkatan ke Makkah atau ke bandara tidak bentrok dengan waktu kunjungan Baqi, karena pintu bisa ditutup lebih awal ketika ramai. Jika giliran terlewat, tanyakan ke pembimbing ibadah jadwal alternatif pada hari lain selama masa menginap di Madinah.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Apakah semua jemaah haji boleh masuk Makam Baqi?
Boleh, dengan syarat mengikuti jadwal dan pintu kunjungan yang ditetapkan pihak berwenang. Jemaah laki-laki dan perempuan dibedakan waktunya, dan pada hari-hari tertentu atau musim ramai akses bisa dibatasi.
Berapa lama waktu ziarah di Baqi?
Waktu kunjungan dibatasi beberapa menit per kelompok karena antrean panjang. Sebaiknya doa dan salam disiapkan sebelum masuk agar kegiatan tidak terburu-buru.
Siapa saja sahabat besar yang dimakamkan di Baqi?
Menurut riwayat yang kuat, Utsman bin Affan dan Ummu Salamah dimakamkan di Baqi, bersama banyak sahabat dan ulama Madinah lain. Mengenai Fathimah az-Zahra, ulama berbeda pendapat antara Baqi dan Jannat al-Ma'ala, sehingga isu ini sebaiknya disampaikan terbuka.
Bolehkah meletakkan bunga di atas pusara saat ziarah?
Tidak. Aturan yang berlaku melarang menulis, menempel, dan meletakkan apa pun di atas pusara. Ziarah cukup dengan salam, doa untuk penghuni, dan muhasarah tanpa menyentuh pusara.