
Kisah Berpindahnya Kiblat di Tengah Shalat
Beberapa bulan setelah hijrah, turun perintah Allah agar umat Islam menghadap ke Masjidil Haram, bukan lagi ke Baitul Maqdis. Peristiwa ini terjadi saat Nabi ﷺ sedang shalat Ashar bersama para sahabat di kawasan Bani Salamah: beliau berpaling menghadap kiblat baru, dan para sahabat yang sedang shalat di belakangnya ikut berpaling mengikuti.
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ ketika itu berdoa memohon perpindahan kiblat, dan Allah mengabulkannya. Meski menghadap ke arah yang berbeda, seluruh shalat tetap sah karena kiblat mengikuti perintah Allah yang diturunkan pada saat itu juga.
- Kiblat sebelum peristiwa: Baitul Maqdis di Yerusalem.
- Kiblat sesudah peristiwa: Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.
- Masjid ini disebut Qiblatain — masjid dua kiblat.
Makna Peristiwa bagi Jemaah Haji
Peristiwa ini menjadi pelajaran utama manasik: kiblat adalah perintah yang diikuti tanpa banyak berbantahan. Para sahabat yang sedang shalat langsung berpaling begitu Nabi ﷺ bergerak, tanpa menunda shalat atau mempersoalkannya. Sikap itulah yang dibutuhkan jemaah ketika mengikuti aturan ibadah haji yang detail.
Dalam ibadah haji, sebagian aturan mungkin terasa tidak kita pahami sepenuhnya — urutan wukuf, lempar jumrah, atau tata cara sai. Peristiwa Qiblatain mengingatkan bahwa ketaatan pada petunjuk syariat mendahului perasaan atau kebiasaan lama kita.
Lokasi dan Rute dari Masjid Nabawi
Masjid Qiblatain berdiri di kawasan barat laut kota Madinah, sekitar tujuh sampai delapan kilometer dari Masjid Nabawi. Karena arahnya berdekatan dengan Masjid Quba, kedua masjid ini sering digabung dalam satu rute muziarah.
- Jarak dari Masjid Nabawi: sekitar 7–8 km ke barat laut.
- Sering digabung dengan kunjungan Masjid Quba dalam satu perjalanan.
- Waktu kunjungan singkat; cukup untuk shalat dua rakaat dan melihat arsitektur masjid.
Menyusun Kunjungan dalam Rangkaian Ziarah
Masjid ini termasuk destinasi ziarah opsional — mudah dilewati jika jadwal rombongan padat. Bila waktu tersisa terbatas, prioritaskan shalat berjamaah di Masjid Nabawi dan ziarah Raudhah terlebih dulu, kemudian baru masukkan Qiblatain pada hari berikutnya.
Karena berada di pinggiran kota, perhatikan waktu kembali ke hotel agar tidak melewati jadwal keberangkatan rombongan. Bawa air dan gunakan waktu di masjid untuk shalat sunnah, bukan sekadar berfoto.
Dalil & Sumber
Pertanyaan Umum
Apakah Masjid Qiblatain wajib diziarahi saat haji?
Tidak. Masuk kategori ziarah sunnah di Madinah dan hanya dapat dilakukan sebelum atau sesudah rangkaian haji, bukan selama hari-hari wukuf di Arafah.
Benarkah kiblat berpindah di tengah shalat?
Ya, peristiwa ini diriwayatkan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim: Nabi ﷺ shalat menghadap Baitul Maqdis, lalu berpaling menghadap Ka'bah ketika turun perintah, dan para sahabat mengikutinya.
Berapa jaraknya dari Masjid Nabawi?
Sekitar 7–8 kilometer ke barat laut. Biasanya dikombinasikan dengan kunjungan Masjid Quba dalam satu perjalanan darat.
Apa yang bisa dipetik dari kisah dua kiblat ini?
Ketaatan langsung pada perintah Allah tanpa menunda dan tanpa banyak berbantahan — sikap yang sama diperlukan saat mengikuti tata cara wukuf, lempar jumrah, dan tawaf selama haji.